Breaking News
Selamat datang di KAWAL INDONESIA — Ikuti terus berita terbaru, informasi terkini, dan kabar viral hanya di KAWAL INDONESIA.

Khofifah Bidik Pasar Global, Ekosistem Halal Jatim Diperkuat Lewat FESyar 2026

banner 120x600
Kawal Surabaya - Mau Ber-Opini atau Penayangan Video
IKUTI KAWAL SURABAYA
Berita • Opini • Video • Informasi Terkini
HUBUNGI KAMI — 0812 3261 4854
```

KAWAL JATIM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong penguatan industri halal di Jawa Timur agar mampu menembus pasar global. Upaya tersebut didukung oleh potensi ekonomi syariah, mulai dari ratusan ribu sertifikat halal, ribuan pesantren, hingga kerja sama perdagangan internasional.

Komitmen itu disampaikan Khofifah saat mendampingi Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti membuka Festival Ekonomi Syariah (FESyar) Regional Jawa 2026 di Grand City Convex Surabaya, Sabtu (26/9/2026).

Khofifah mengatakan, Jawa Timur memiliki modal besar untuk mengembangkan industri halal. Namun, potensi tersebut perlu didukung penguatan ekosistem secara menyeluruh, mulai dari produksi, sertifikasi, pembiayaan, hingga pemasaran.

Hingga Agustus 2026, sebanyak 703.853 sertifikat halal telah diterbitkan di Jawa Timur, mencakup sekitar 1,8 juta produk. Capaian tersebut diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

“Penguatan ekosistem halal Jawa Timur sendiri terus berkembang. Untuk sekarang, kita sudah punya 22 Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat atau KHAS, 804 destinasi pariwisata ramah muslim, serta 56 sentra dan kawasan halal. Insya Allah ini akan selalu kita kembangkan lebih jauh,” ujar Khofifah.

Selain sektor industri dan pariwisata, Jawa Timur juga memiliki potensi besar di bidang keuangan syariah. Khofifah menyebut nilai aset perbankan syariah di provinsi tersebut mencapai Rp937,13 triliun, dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp857,63 triliun.

Menurut dia, penguatan industri halal perlu berjalan beriringan dengan pengembangan sektor keuangan syariah. Dengan demikian, pelaku usaha memiliki dukungan pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran.

Jawa Timur juga mulai memperluas kerja sama perdagangan industri halal ke pasar internasional. Salah satunya melalui Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur-Arab Saudi di Jeddah yang mencatatkan transaksi lebih dari Rp6,7 triliun.

Ini Menarik !  Haornas 2026 Semarak, 3.000 Peserta Ramaikan Jalan Sehat Inklusif di Unair

Khofifah mengatakan, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti dengan kunjungan investor ke Jawa Timur pada Oktober, November, dan awal Januari mendatang.

“Ini akan diikuti dengan kunjungan tim investor ke Jawa Timur pada Oktober, November, dan awal Januari. Mudah-mudahan ini menjadi penguat bagi pengembangan ekosistem dan industri halal yang sedang kita tumbuh kembangkan,” katanya.

Jawa Timur sebelumnya juga meraih penghargaan Terbaik I Indonesia Halal Industry Awards (IHYA) 2026 dari Kementerian Perindustrian. Penghargaan tersebut menjadi salah satu capaian dalam pengembangan industri halal di daerah.

Khofifah berharap FESyar 2026 tidak sekadar menjadi ajang pameran produk dan pertemuan pelaku usaha. Lebih dari itu, festival tersebut diharapkan menghasilkan kerja sama bisnis yang berkelanjutan serta membuka peluang bagi produk lokal untuk bersaing di pasar internasional.

“Kita tentu berharap bahwa FESyar Jawa ini akan bisa mendorong lebih banyak transaksi, kemitraan, usaha, inovasi, dan perluasan pasar yang terus berlanjut setelah festival ini selesai,” ujarnya.

Menurut Khofifah, keberhasilan pengembangan ekonomi syariah tidak cukup diukur dari besarnya aset keuangan. Dampak nyata terhadap masyarakat dan pelaku usaha juga harus menjadi perhatian.

“Ukuran keberhasilan ekonomi syariah bukan hanya seberapa besar asetnya, tetapi seberapa luas manfaat dan kemaslahatan yang dihasilkannya,” tegasnya.

FESyar Jawa 2026 Hadirkan 312 Stan

Sementara itu, Gubernur BI Destry Damayanti mengatakan Jawa Timur kembali dipercaya menjadi tuan rumah FESyar Regional Jawa 2026 karena memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Jawa Timur memiliki sekitar 97,33 persen penduduk Muslim dan 7.347 pondok pesantren. Selain itu, Surabaya memiliki sejarah penting sebagai kota pertama penyelenggaraan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) pada 2014.

Destry mengatakan, FESyar yang awalnya digelar di tingkat regional kemudian berkembang menjadi kegiatan berskala nasional melalui ISEF.

Ini Menarik !  Prabowo: Pembangunan Bangsa Bukan Tugas Presiden Semata

“FESyar ini sudah 13 kali diselenggarakan dan tidak pernah bergeser dari Jawa Timur. Kita tidak bisa berpindah ke lain hati. Karena nama Festival Ekonomi Keuangan Syariah itu sudah dipatenkan Jawa Timur 13 tahun lalu,” kata Destry.

FESyar Regional Jawa 2026 mengusung tema Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan melalui Sinergi dan Transformasi Digital.

Kegiatan yang berlangsung secara hibrida hingga Minggu (27/9/2026) tersebut menghadirkan 312 stan pameran. Selain pameran produk, festival ini juga diisi forum, kompetisi, serta berbagai kegiatan yang mempertemukan pelaku usaha, lembaga keuangan, pesantren, pemerintah, dan mitra industri.

FESyar Regional Jawa 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) ke-13 yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 di Jakarta.

Destry berharap penyelenggaraan FESyar di Jawa Timur terus mendorong perkembangan ekonomi syariah di Indonesia. Menurut dia, gagasan penyelenggaraan festival tersebut berawal dari Surabaya sebelum akhirnya berkembang ke tingkat nasional.

Turut hadir dalam pembukaan FESyar Regional Jawa 2026, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, serta Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Ibrahim. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *