Breaking News
Selamat datang di KAWAL INDONESIA — Ikuti terus berita terbaru, informasi terkini, dan kabar viral hanya di KAWAL INDONESIA.

Magang Nasional 2026 Dibuka, Pemerintah Siapkan 150 Ribu Kesempatan untuk Lulusan Kampus

banner 120x600
Kawal Surabaya - Mau Ber-Opini atau Penayangan Video
IKUTI KAWAL SURABAYA
Berita • Opini • Video • Informasi Terkini
HUBUNGI KAMI — 0812 3261 4854
```

JAKARTA, KAWAL INDONESIA – Pemerintah resmi membuka Program Magang Nasional 2026 dengan kuota 150 ribu peserta, naik dari 100 ribu peserta pada tahun sebelumnya.

Program yang digelar untuk memperkuat keterampilan sekaligus pengalaman kerja lulusan perguruan tinggi itu resmi dimulai Selasa (11/8/2026) di Kementerian Ketenagakerjaan, Jakarta.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, peningkatan kuota merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto.

“Program tahun lalu itu 100 ribu, sekarang 150 ribu yang diterima. Tentunya harapan kita ke depan semakin banyak,” ujar Teddy.

Dari total kuota tersebut, 50 ribu peserta dibuka pada tahap pertama. Dua tahap berikutnya masing-masing akan menampung 50 ribu peserta pada bulan berikutnya.

40 Persen Peserta Langsung Bekerja

Program Magang Nasional 2025 diikuti 100 ribu lulusan baru selama enam bulan. Peserta mendapat uang saku yang disesuaikan dengan upah minimum kabupaten/kota lokasi magang.

Hasilnya, sekitar 30–40 persen peserta langsung bekerja setelah menyelesaikan program.

Menurut Teddy, angka tersebut menunjukkan pengalaman enam bulan di dunia kerja mampu meningkatkan kesiapan peserta sekaligus membuka peluang rekrutmen.

Salah satu peserta bahkan mendapat penghasilan sekitar Rp5,5 juta hingga Rp5,7 juta per bulan saat mengikuti program di Jakarta.

Bukan Sekadar Magang

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan program ini tidak hanya dirancang untuk meningkatkan kompetensi lulusan, tetapi juga menjadi bagian dari stimulus ekonomi.

“Program ini adalah bagian dari stimulus ekonomi juga. Jadi, ini membantu industri, membantu adik-adik kita meningkatkan daya beli secara nasional,” katanya.

Pemerintah juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mengikuti program tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas akses terhadap dunia kerja.

Salah satu peserta, Ferdian, lulusan Universitas Brawijaya yang menjalani magang di PT Telkom Indonesia, menilai program tersebut memberi pengalaman langsung yang dibutuhkan untuk memasuki dunia kerja.

Ini Menarik !  Prabowo Tutup 290 BUMN, Target Akhir 2026 Tersisa Maksimal 300

“Program ini benar-benar mendukung untuk mendapatkan pengalaman secara langsung di perusahaan,” ujarnya.

Pemerintah berharap semakin banyak perusahaan terlibat dan semakin tinggi tingkat penyerapan peserta setelah masa magang berakhir.

Target akhirnya bukan sekadar 150 ribu orang mendapat tempat magang, tetapi sebanyak mungkin peserta mampu mengubah pengalaman enam bulan tersebut menjadi pekerjaan tetap. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *