KAWAL INDONESIA — Kemarau mulai menekan sejumlah wilayah Jawa Timur. Sebelum kekeringan berubah menjadi gagal panen, Pemprov Jatim bergerak memetakan titik kritis dan menyiapkan sejumlah langkah darurat.
Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengatakan pemetaan wilayah rawan krisis air dilakukan bersama Kementerian Pertanian, jajaran Dirjen terkait dan seluruh Dinas Pertanian kabupaten/kota.
“Kita sudah menginventarisasi titik-titik yang punya potensi kerawanan kekeringan. Kemudian solusinya itu ada tiga,” kata Emil usai paripurna DPRD Jatim, Senin (21/9/2026).
Tiga langkah tersebut meliputi pompanisasi untuk sumber air permukaan yang masih terjangkau, sumur bor jika tersedia potensi air tanah, serta pemipaan untuk wilayah yang membutuhkan distribusi air.
Pemetaan dilakukan masing-masing daerah, sementara bantuan pompa mulai disalurkan secara bertahap ke sejumlah wilayah untuk menekan dampak kemarau terhadap lahan pertanian.
Pemprov Jatim juga menyiapkan dana Biaya Tidak Terduga (BTT) sebagai jaring pengaman bagi petani yang mengalami kerugian akibat gagal panen.
Menurut Emil, upaya utama tetap diarahkan untuk menyelamatkan tanaman. Namun jika gagal panen tak terhindarkan, bantuan bibit disiapkan untuk mendukung musim tanam berikutnya.
OMC Jadi Opsi
Selain infrastruktur air, Pemprov Jatim menggandeng BNPB dan BMKG untuk melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Langkah ini dipandang penting mengingat Jatim merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
Emil menyebut OMC telah menghasilkan hujan di sejumlah wilayah Malang Raya hingga Blitar, Tulungagung dan Trenggalek.
“Ada OMC yang sudah berhasil mendatangkan hujan di wilayah Malang Raya dan Selatan, menyusur sampai ke arah Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek,” ujarnya.
Meski demikian, Emil mengakui OMC sangat bergantung pada ketersediaan awan yang memenuhi kondisi teknis. Hujan hasil rekayasa cuaca pun belum cukup untuk mengatasi seluruh kebutuhan air.
“Ini menjadi sebuah oase, tetapi tentu enggak cukup mengingat kondisi kering dengan melihat kebutuhan kita,” katanya.
Pemprov Jatim kini mengombinasikan pompa, sumur bor, pemipaan, bantuan bagi petani hingga modifikasi cuaca untuk menghadapi ancaman kekeringan yang berpotensi meluas. ***














