Breaking News
Selamat datang di KAWAL INDONESIA — Ikuti terus berita terbaru, informasi terkini, dan kabar viral hanya di KAWAL INDONESIA.
Daerah  

Cegah Stunting dari Desa, Pemdes Sanan Salurkan PMT untuk Balita dan Bumil Resti

banner 120x600
Kawal Surabaya - Mau Ber-Opini atau Penayangan Video
IKUTI KAWAL SURABAYA
Berita • Opini • Video • Informasi Terkini
HUBUNGI KAMI — 0812 3261 4854
```

KAWAL INDONESIA, TULUNGAGUNG – Upaya menekan angka stunting terus digencarkan Pemerintah Desa Sanan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung. Tak ingin persoalan gizi menjadi bom waktu bagi generasi mendatang, Pemdes Sanan turun langsung memberikan intervensi nutrisi kepada kelompok yang dinilai membutuhkan perhatian khusus.

Sebanyak 6 penerima manfaat, terdiri atas balita stunting dan ibu hamil berisiko tinggi (bumil resti), menerima Pemberian Makanan Tambahan (PMT), Kamis (27/8/2026).

Penyaluran PMT berlangsung di Balai Desa Sanan. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sanan Sujianto, jajaran perangkat desa, Ketua Tim Penggerak PKK, bidan desa, kader Posyandu, tokoh masyarakat serta para penerima manfaat.

Sujianto menegaskan, PMT bukan sekadar membagikan makanan kepada warga. Lebih dari itu, program tersebut merupakan bentuk intervensi nyata pemerintah desa untuk memastikan kebutuhan gizi balita terpenuhi sekaligus menekan risiko stunting sejak dini.

Menurutnya, kecukupan protein hewani dan kalori menjadi salah satu kunci penting dalam mendukung pertumbuhan serta perkembangan anak sesuai usianya.

“PMT ini adalah salah satu upaya pemerintah melalui desa untuk mencegah bertambahnya bayi stunting dan menghindari para ibu hamil supaya normal atau tidak berisiko tinggi,” ujar Sujianto.

Ia menjelaskan, pemberian makanan tambahan juga diarahkan untuk menangani persoalan malnutrisi, termasuk gizi kurang dan Kurang Energi Kronis (KEK), sekaligus memberikan intervensi nutrisi spesifik kepada kelompok sasaran.

Kandungan nutrisi menjadi perhatian utama. Makanan yang diberikan diupayakan mengandung protein hewani, zat besi, zinc dan vitamin A. Pemanfaatan bahan pangan lokal juga didorong agar makanan tetap segar, ekonomis dan tidak bergantung pada bahan pengawet buatan.

Namun, Pemdes Sanan menegaskan bahwa perang melawan stunting tidak cukup hanya dengan memberikan makanan.

Pemantauan tumbuh kembang balita secara rutin menjadi bagian penting dari intervensi. Penimbangan dan pemantauan kondisi anak dilakukan untuk mengetahui perkembangan berat badan sekaligus mendeteksi sedini mungkin apabila terdapat persoalan gizi.

Ini Menarik !  Direktur AHBI Petrus Loyani Mendukung Kritik  Siswono Yudo Husodo terkait Pajak Mall

“Pemantauan tumbuh kembang balita sangat dibutuhkan. Di samping itu, mengatasi gizi buruk adalah hal utama dalam perkembangan balita serta intervensi nutrisi berupa protein hewani, zat besi dan lain-lain adalah upaya agar balita bisa terhindar dari stunting,” lanjutnya.

Adapun PMT yang disalurkan berupa sejumlah bahan makanan bergizi, di antaranya telur ayam, daging ayam, daging sapi atau ikan, serta susu formula.

Program tersebut bersumber dari Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026, dengan nilai masing-masing paket sebesar Rp150.000.

Sujianto berharap bantuan tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial atau sekadar pembagian paket makanan. Ia ingin intervensi yang dilakukan benar-benar memberikan dampak terhadap kesehatan ibu dan anak serta memperbaiki kualitas tumbuh kembang penerima manfaat.

“Harapan kami, dengan bantuan ini di desa kita tidak akan ada balita stunting ataupun bumil resti atau ibu hamil risiko tinggi. Jadi semuanya menjadi sehat dan tumbuh kembang menjadi generasi yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” harapnya.

Pemdes Sanan menempatkan pencegahan stunting sebagai bagian strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Intervensi sejak masa kehamilan hingga anak berada dalam fase pertumbuhan diharapkan mampu memutus mata rantai persoalan gizi sekaligus melahirkan generasi yang lebih sehat, kuat dan berkualitas.

Dengan kolaborasi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu dan masyarakat, perang melawan stunting di Desa Sanan kini dimulai dari meja makan, pemantauan tumbuh kembang, hingga kepedulian bersama. (red/budi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *